iklan banner

Minggu, 04 Juli 2021

Pola Penyajian Berita (Bahasa Indonesia)

| Minggu, 04 Juli 2021


Pola Penyajian Berita. Berita adalah laporan suatu peristiwa atau kejadian yang faktual, penting, dan menarik bagi sebagian besar pembaca serta menyangkut kepentingan mereka. Adapun menurut KBBI, berita memilik 3 pengertian yaitu

  1. Cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat; 
  2. Laporan
  3. Pemberitahuan; pengumuman: -- redaksi

Sebuah peristiwa dapat disebut sebagai berita seharusnya memiliki unsur 5W+1H yang berisi what, who, where, when, why dan how. Soehoet (2003:59) memberikan singkatannya dalam Bahasa Indonesia, yakni ASDAMBA. A = apa, S = siapa, D = di mana, A = apabila/kapan, M = mengapa, dan Ba = bagaimana. 

Ada juga yang merumuskan unsur berita dengan ADIKSIMBA. A = apa, Di = di mana, K = kapan, Si = siapa, M = mengapa, Ba = bagaimana. Jawaban terhadap enam pertanyaan itulah yang kemudian disusun menjadi berita. Apakah keenam unsur dalam ASDAMBA itu terpenuhi dalam berita ? Jika ya maka berita tersebut termasuk berita lengkap.

Namun jika tidak, dengan tanda kutip unsur berita tidak lengkap maka berita tersebut termasuk berita kurang lengkap. Perlu diperhatikan bahwa tidak semua berita, memiliki enam unsur 5W+1H. Apabila berita tidak berisi enam unsur tsb, mungkin berita tersebut akan berisi empat unsur yaitu what (apa), siapa (who), di mana (where), dan kapan (when). Keempat unsur ini dapat disebut unsur minimal berita, karena unsur inilah yang paling ingin diketahui oleh pembaca. 

Untuk mengetahui isi berita yang dibaca kita berpedoman pada unsur berita tersebut. Begitu pun ketika menulis berita, kita perlu memperhatikannya. Secara garis besar, susunan teks berita terdiri atas teras berita, tubuh berita, dan ekor berita.

A. Berita Lengkap

Mengandung unsur berita lengkap 5W+1H (what, who, where, when, why dan how)

Contohnya: 
Tentara Irak, kemarin, melakukan pengeboman di bagian tengah Kota Teheran menggunakan pesawat Phantom yang menewaskan tiga penduduk sipil, sebagai balasan terhadap serangan Iran, dua hari sebelumnya.

Uraiannya sebagai berikut.

  • What (apa)   : pengeboman
  • Who (siapa)  : tentara Irak
  • Where (di mana)  : di bagian tengah Kota Teheran
  • When (kapan)  : kemarin
  • Why (mengapa)  : pembalasan terhadap serangan Iran
  • How (bagaimana)  : menewaskan tiga penduduk sipil


B. Berita Kurang Lengkap

Disebut berita kurang lengkap karena kekurangan salah satu atau lebih unsur dari 5W+1H

Contohnya: 
Sekitar satu juta guru di Indonesia hanya mendapatkan gaji Rp 200 ribu per bulan. Begitu penjelasan Sulistyo, Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia. "Guru-guru tersebut adalah guru honorer atau non-pegawai negeri sipil (non-PNS)," imbuhnya. Oleh karena itu, Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI mengusulkan kepada pemerintahan agar standar minimal gaji guru, khususnya non-PNS, ditetapkan sebesar Rp 3,2 juta per bulan.

Uraiannya sebagai berikut.

  • What (apa)   : gaji guru (secara garis besar)
  • Who (siapa)  : satu juta guru di Indonesia, Sulistyo, Ketua PGRI
  • Where (di mana)  : di Indonesia
  • When (kapan)  : -
  • Why (mengapa)  : -
  • How (bagaimana)  : mengusulkan penetapan gaji guru (PGRI mengusulkan agar gaji guru menjadi Rp 3,2 per bulan)


CONTOH SOAL POLA PENYAJIAN BERITA

1. Bacalah teks berita berikut.

Sekitar 43 juta anak Indonesia saat ini menjadi korban prokok aktif dan anak-anak itu pun menjadi perokok pasif sehingga berdampak buruk rokok semakin mengkhawatirkan masa depan anak-anak di tanah air. "Mereka mengalami dampak negatif atas kedekatannya dengan pecandu rokok, yang bisa jadi adalah orang tua sendiri atau tetangga dan lingkungan sekitarnya," kata Agung Laksono, saat membuka pameran foto bertema antirokok dalam rangka Hari Tanpa Tembakau Se-Dunia di Gedung DPR/MPR Jakarta,, Rabu (25/6).

Unsur penyajian teks berita tersebut adalah ....
A. siapa-berapa-bagaimana
B. siapa-di mana-berapa
C. berapa-mengapa-siapa
D. apa-kapan-berapa

Jawaban: C

Pembahasan: 
Teks berita tersebut secara urut menginformasikan 43 juta anak Indonesia (berapa), menjadi perokok pasif karena kedekatan mereka dengan pecandu rokok (mengapa), dan hal itu dikatakan oleh Agung Laksono (siapa)


2. Bacalah teks berita berikut.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memulai sertifikasi kesehatan unggas secara bersamaan di berbagai lokasi. Dana sebesar Rp 3 miliar dianggarkan untuk sertifikasi itu. Proses sertifikasi unggas hias ditandai dengan pemeriksaan 11 unggas milik Gubernus DKI di rumah dinasnya. Setelah burung dan unggas milik Gubernus, hari ini giliran burung dan unggas para menteri di kompleks Widya Chandra akan dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk mendapat sertifikat sehat. Petugas akan mendatangani kediaman salah satu menteri. Burung yang akan diperiksa adalah burung nuri kepala hitam.

Unsur penyajian teks berita tersebut adalah ....
A. kapan-bagaimana-apa
B. kapan-di mana-siapa
C. siapa-berapa-bagaimana
D. mengapa-apa-siapa

Jawaban: C

Pembahasan: 
Teks berita tersebut jika secara urut menginformasikan Pemerintahan DKI memulai .... (siapa), dana 3 miliar telah dianggarkan (berapa), dan sertifikasi kesehatan unggas hias ditandai dengan .... (bagaimana).

 


Tags: 

Jelaskan pola penyajian berita yang baik dan benar. Bagaimana pola penyajian berita. Unsur-unsur pola penyajian berita yang baik dan benar. Jelaskan apa itu 5W+1H. Jelaskan apa yang dimaksud 5W + 1H. Contoh berita yang mempunyai unsur 5W+1H. Contoh teras berita lengkap. Contoh teras berita tidak lengkap. Latihan soal pola penyajian berita beserta pembahasannya. Buatlah contoh berita dengan unsur 5W+1H nya. Contoh-contoh berita lengkap dan tidak lengkap 5W+1H. Jelaskan perbedaan berita lengkap dan tidak lengkap. Bagaimana menyajikan berita dengan baik dan benar. Bagaimana cara penulisan pola penyajian berita yang tepat baik dan benar.


Thanks for these books ya

[Click Here] 👀👀👀 references

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar